Senin, 17 Agustus 2020

Janda Bolong, Tanaman Daun Bolong yang menjadi Incaran

Janda Bolong (Monstera Adansonii Variegata), 
Tanaman Daun Bolong yang menjadi Incaran



Janda Bolong Monsterra Varigatra
Pecinta tanaman hias di Indonesia, saat ini sedang dilanda demam Janda. Bukan sembarangan janda, tapi tanaman yang bernama Janda bolong karena memiliki daun yang berlubang-lubang. Janda Bolong yang memiliki nama lain Monstera, Varigatra, Obliqua, adansonii serta Swiss Cheese Plant ini merupakan salah satu spesies tanaman tropis yang berasal dari Amerika Tengah. Tanaman ini sebenarnya sudah dikenal dalam dunia botani sejak awal abad ke-20. Sekarang, tanaman merambat ini banyak digunakan untuk dekorasi interior, tanaman dalam kantor, dan sebagai houseplant.

Saat ini, ada beberapa spesies monstera yang dibudidayakan menjadi tanaman hias yaitu Monstera DeliciosaMonstera Adansonii, Monstera variegata, Monstera King, Monstera obliqua dan Monstera siltepecana. Monstera Deliciosa memiliki ciri khas berupa lubang daun yang tumbuh ke arah tepi dan terbuka saat matang. Monstera Adansonii memiliki daun yang lebih panjang dan lentik sehingga kelihatan lebih kecil dibanding jenis lainnya serta memiliki lubang daun yang tertutup sepenuhnya. Monstera obliqua sedikit mirip dengan tanaman hias Monstera adansonii, hanya saja memiliki lubang yang lebih banyak hingga 90% dari daunnya. Monstera siltepecana memiliki daun besar berbentuk tetesan air mata, dengan lubang kecil di tengahnya dengan warna lebih terang dari tanaman hias monstera lainnya.  

Daun Janda BolongDari beberapa jenis Monresta tersebut, varietas Monstera Adansonii Variegata lah yang banyak dicari dan memiliki harga cukup fantastis. Tanaman ini memiliki keunikan berupa daun dengan kombinasi warna hijau, putih, dan kadang kala kuning yang terjadi karena mutasi baik itu yang terjadi karena alamiah/ genetik maupun karena buatan manusia.

Tanaman monstera atau Janda Bolong merupakan bagian dari Araceae, family aroid. Termasuk salah satu dari sedikitnya aroid yang menghasilkan buah untuk dimakan. Varian Monstera deliciosa merupakan jenis tanaman yang jarang berbunga atau menghasilkan buah, sehingga unbtuk mengembangbiakkan dilakukan dengan setek. Tanaman Janda Bolong sangat sensitif terhadap cahaya matahari, sehingga tidak boleh terpapar langsung atau intensitas pebyinaran sedang. Agar dapat tubuh dengan baik apabila dipelihara di dalam ruangan atau rumah, tanaman ini sebaiknya disimpan di tempat yang tidak terlalu dingin atau panas. Idealnya adalah pada suhu 18 ° C-30 ° C.

Varigatra atau Obliqua ini sebenarnya merupakan tanaman rambat yang dapat tumbuh pesat secara vertikal. Akar-akar yang tumbuh di sekitar batangnya (clinging root) juga memungkinkan monstera untuk bertumpu pada pohon dan medium lain dan juga berfungsi untuk menyerap air serta nutrisi dari segala arah. 

Klasifikasi Monresta/ Janda Bolong
Domain     : Eukaryota  
Kingdom     : Plantae  
Phylum     :  Tracheophyta  
Subphylum  :  Euphyllophytina
Class     :   Magnoliopsida  
Order           :  Alismatales  
Family         : Araceae  
Subfamily    :  Monsteroideae
Genus          :   Monstera

Senin, 15 Juni 2020

Mahkota Dewa, Tanaman Seribu Obat

Mahkota Dewa, Tanaman Seribu Obat
Phaleria macrocarpa



Di dunia obat-obatan herbal, Mahkota Dewa bukan nama yang asing. Tumbuhan yang berasal dari negara tetangga, Papua Nugini ini memiliki banyak nama, antara lain: daun dewa, sambung nyawa, ngokilo, a makuto rojo, makuto ratu, makuta dewa (Jawa), simalakama (Melayu,  Crown of God (bahasa Inggris).  Sedangkan berdasarkan para ahli botani, nama latin tanaman ini adalah Phaleria macrocarpa yang diambil dari ukuran buahnya yang besar (macro=besar). Dalam perkembangan selanjutnya, anggota famili Thymelaeaceae ini banyak dibudidayakan oleh masyarakat di sekitar Jawa Tengah dan Yogyakarta.

Mahkota dewa banyak dibudidayakan masyarakat sebagai tanaman peneduh atau sebagai tanaman hias di pekarangan. Termasuk tanaman yang mudah tumbuh karena tidak memerlukan banyak konsumsi air, pupuk serta perawatan dari hama dan mampu hidup di wilayah dengan ketinggian antara 10-1.200 meter dpl. Untuk mengembangbiakkan tumbuhan ini, biasanya menggunakan biji (generatif) dan cangkok. Tanaman ini dapat hidup lama, bahkan ada yang mencapai umur 20 tahun dengan diameter sampai 20 centimeter (cm). 

Batang Mahkota Dewa
Tanaman perdu yang banyak dicari-cari orang karena khasiatnya ini memiliki batang bergetah dari kulit dan kayu. Apabila diraba,  permukaan kulit kasar  dengan warna kulit batang cokelat kehijauan, sedangkan batang cenderung berwarna putih. Sistem percabangannya simpodial dengan arah cabang miring ke atas

Daun Mahkota Dewa
daun mahkota dewaDaun mahkota dewa berupa daun tunggal dengan letak berhadapan, memiliki bentuk lanset atau lonjong cenderung memanjang tidak terlalu lebar (langsing). Ujung daunnya berbentuk runcing dengan tepi daun rata dan permukaan daun licin tidak berbulu. Daun tanaman ini memiliki panjang daun sekitar 7 – 10 cm dan lebar daun 2 – 5 cm. Apabila dilihat dengan sekilas, penampakan daun tanaman ini mirip dengan daun jambu air mawar. Hanya saja daun mahkota dewa lebih ramping dan memiliki tekstur lebih jelasapabila dibandingkan dengan dun jambu tersebut.
Yang perlu diperhatikan, Air daun tanaman yang banyak tumbuh di pedesaan ini selain dapat menyebabkan kantuk juga dapat menyebabkan mabuk. Meskipun Efek mabuk yang ditimbulkan masih dalam tahap taraf normal, namun bisa terus berlanjut dalam jangka waktu yang agak lama.


bunga mahkota dewaBunga Mahkota Dewa
Tanaman ini memiliki bunga yang tumbuh sepanjang tahun. Posisi bunga yang  berwarna putih ini muncul di ketiak daun dan sepanjang batang dengan ukuran yang kecil menyerupai bunga cengkeh.  Penampakan yang bisa membedakan dengan bunga lainnya antara lain: tangkai bunga pendek, mahkota bunga berbentul tabung berukuran kecil, berwarna putih, dan memiliki bau cukup harum. 


Buah Mahkota Dewa
Buah tanaman ini tumbuh sepanjang batang utama hingga ke ranting-ranting tanaman. Buah berbentuk bulat  dengan permukaan licin dan beralur terdiri atas kulit, daging, cangkang, dan biji. Buah mahkota dewa memiliki ukuran bervariasi, mulai dari sebesar bola pingpong dengan diameter 3 Cm hingga sebesar apel dengan diameter 6 Cm dan memiliki ketebalan kulit 0,1-0,5 mm.. Ketika masih muda,  warna kulit buah hijau, setelah tua berwarna merah mengkilap, semakin tua warna kulit buah bertambah gelap.  Daging buah berwarna putih, berserat, berair dan berasa sepat. Cangkang buah merupakan kulit dari biji dan terasa keras. 
buah mahkota dewa
Buah yang banyak digunakan sebagai obat ini memiliki beberapa zat aktif seperti  alkaloid yang bersifat detoksifikasi yaitu dapat menetralisir racun di dalam tubuh,  saponin yang bermanfaat sebagai sumber anti bakteri dan anti virus sekaligus mampu meningkatkan sistem kekebalan tubuh, meningkatkan vitalitas, mengurangi kadar gula dalam darah, mengurangi penggumpalan darah.  Kandungan lainnya, flavonoid, melancarkan peredaran darah ke seluruh tubuh dan mencegah terjadinya penyumbatan pada pembuluh darah, mengurangi kandungan kolesterol, serta mengurangi penumbunan lemak pada dinding pembuluh darah. Di samping itu, juga mengandung antiinflamasi (antiradang), berfungsi sebagai anti-oksidan, membantu mengurangi rasa sakit jika terjadi pendarahan atau pembengkakan.

Biji Mahkota Dewa
biji mahkota dewa
Buah tumbuhan unik ini memiliki biji yang berbentuk bulat lonjong berdiameter sekitar 1cm dan berwarna cokelat, bagian dalam berwarna putih. Biji dari mahkota dewa merupakan bagian yang paling beracun dan berbahaya. Racun dalam tanaman ini dapat menyebabkan mabuk, kejang, mulut bengkak, sariawan, dan bahkan sampai pingsan. 



Manfaat Mahkota Dewa
  1. Bagian dari tanaman ini yang paling banyak memiliki manfaat adalah bagian daun dan buahnya. Hal ini karena kedua bagian ini kaya dengan kandungan alkaloid, saponin, polifenol dan flavonoid. Adapun manfaat tanaman ini antara lain:
  2. Meningkatkan sistem imunitas dan kekebalan tubuh
  3. Sebagai antivirus dan antibakteri
  4. Menangkal radikal bebas
  5. Meningkatkan kerja metabolisme tubuh
  6. Sifat analgesiknya mampu meredakan sakit kepala
  7. Mengobati penyakit flu dan batuk
  8. Menurunkan resiko dan mengobati penyakit tumor dan kanker.
  9. Meningkatkan vitalitas pada pria karena sifat afrodisiaknya.
  10. Mengeluarkan racun dan melancarkan sistem pencernaan
  11. Mengontrol dan menurunkan kolesterol jahat
  12. Membantu mencegah terjadinya pengentalan darah yang bisa memicu penggumpalan darah.
  13. Menurunkan dan mencegah risiko penyakit kardiovaskular, seperti jantung koroner dan stroke.
  14. Sifat anti histaminnya dapat mengatasi alergi seperti gatal, rhinitis, ruam, pembengkakan, memerah, hingga sulit bernapas.
  15. menurunkan gejala alergi
  16. Menyembuhkan infeksi dan gatal pada kulit
  17. Meredakan dan mengatasi asam urat dan nyeri sendi.
  18. Menyembuhkan penyakit diabetes dengan mengontrol kadar gula darah.

Klasifikasi Mahkota Dewa
Divisi : Spermathophyta
Subdivisi : Angiospermae
Kelas : Dicotylodeneae
Bangsa : Thymelaeaceae
Suku : Thymelaeceae
Marga : Phaleria
Spesies : Phaleria Macrocarpa Boerl atau Phaleria papuana Warb var.

Jumat, 29 Mei 2020

Kayu Putih / Malaleuca Leucadendron

Kayu Putih / Malaleuca  Leucadendron



Kayu Putih merupakan salah satu tanaman yang banyak tumbuh secara alami di Indonesia bagian timur,  khususnya di kepulauan Maluku, Nusa tenggara Timur  dan Sulawesi. Selain itu tumbuhan ini juga banyak ditemukan di  serta Australia bagian utara, yang selanjutnya menyebar ke tempat-tempat yang lain termasuk Pulau Jawa. Tanaman yang memiliki nama lain gelam, Kapepe (Flores) ini  memiliki nama ilmiah Melaleuca leucadendra, (L.), L., dengan sinonim Malaleuca  Leucadendron. Para ahli taksonomi memasukkannya ke dalam anggota suku jambu-jambuan, Myrtaceae.

Tanaman yang kayunya memiliki warna putih ini mampu tumbuh pada ketinggian antara 5 sampai dengan 400 m di atas permukaan laut di tempat beriklim tropis dengan curah hujan rata-rata 1.300 sampai dengan 1.750 mm per tahun. Sebenarnya, Kayu Putih merupakan tanaman yang gampang tumbuh dengan baik pada lahan-lahan marginal maupun di daerah rawa-rawa dan genangan air, terutama pada jenis tanah grumosol, latosol, maupun regosol. Salah satu kemampuan yang tidak dijumpai pada tanaman lainnya yaitu mampu beradaptasi pada tanah dengan sistem drainase yang buruk, tahan terhadap kebakaran dan toleran terhadap tanah dengan kadar garam rendah sampai dengan tinggi. Adapun kekurangan Tanaman Kayu Putih adalah tidak tahan terhadap tanah dengan kadar keasaman  yang tinggi. 

Batang Pohon Kayu Putih
Batang Kayu PutihPohon kayu putih dapat tumbuh hingga mencapai tinggi 35 m dan diameter mencapai 100 cm. Namun demikian, kayu putih dapat tumbuh menjadi perdu apabila kondisi pertumbuhannya kurang, sehingga dalam pembudidayaannya, pertumbuhan tanaman ini dapat dimanipulasi untuk mendapatkan bentuk perdu dengan cara memetik/ memanen daunnya sejak tanaman berumur masih muda
Batangnya kecil berbentuk bulat dan lurus dengan percabangan yang sedikit dan menggantung ke bawah. Pokok pohonnya berwarna putih keabu-abuan dengan permukaan kulit yang berlapis-lapis mengelupas tak beraturan.     
Kulit kayu dari tanaman ini memiliki rasa yang tawar, netral dan bersifat penenang serta.  mengandung zat kimia lignin dan melaleucin. 

Daun Kayu Putih
Daun Kayu PutihDaun tanaman ini putih berwarna hijau dengan kenampakan tebal, tidak mengkilat, berbulu, berjenis tunggal dengan bentuk daun yang kecil, dengan tangkai daun yang pendek dan tumbuh berseling-seling. Bentuk daun Kayu putih  lancip, dengan tulang daun sejajarseperti tombak, dimana ukuran daunnya bisa mencapai panjang sekitar 4-15 cm dan lebar sekitar 1-4 cm
Bagian daun Kayu Putih memiliki rasa yang pedas, kelat dan bersifat hangat dan bisa dimanfaatkan sebagai sumber minyak kayu putih, yang dalam bahasa Inggris disebut cajuput oil, dengan cara diekstrak minyaknya. Daun tanaman ini mengandung senyawa kimia berupa minyak atsiri sineol, alpha-terpineol, valeraldehida, dan benzaldehida.

Bunga Kayu Putih
Bunga Kayu Putihbunga kayu putih ini termasuk kedalam jenis bunga majemuk dengan bentuk bunga seperti lonceng dan berwarna putih kekuningan. Bunganya berbentuk bulir dan banyak terdapat pada ujung ranting terminal dan ketiak daunnya. Ciri lain yang bisa dilihat antara lain kelopak dan mahkota bunga kecil dan benang sari yang kebanyakan lebih panjang dari perhiasan bunga. Bagian dalam bakal buah terbagi menjadi 3 ruang dengan ovul dalam jumlah besar dan satu putik serta kepala putik. 



Buah Kayu Putih 
Buah Kayu PutihBuah kayu putih yang juga dikenal dengan nama Buah Gelam berbentuk kapsul dan bertipe dehiscent.  Tipe dehiscent adalah tipe yang mempunyai kulit buah yang kering dan akan terbuka ketika mencapai kemasakan untuk melepaskan biji-biji yang ada di dalamnya. Jumlah biji pada buah kayu putih biasanya sangat rendah, yaitu hanya antara 1 sampai dengan 2 % dari jumlah ovulenya. Kandungan yang ada dalam buah tanaman ini antara lain berupa minyak terbang yang berisi sineol, terpinol, asam mentega, dan asam valerianat.

Akar Kayu Putih
Akar kayu putih terdisi atas akar tunggang, akar lateral, dan akar sekunder. Akar tunggang lurus dan tumbuh ke bawah, akar lateral tumbuh pada leher akar pada awal pertumbuhan. Akar sekunder menyebar pada kedalaman sekitar 20 cm di bawah permukaan tanah.

Manfaat Kayu Putih
Semua bagian tumbuhan ini mengeluarkan aroma khas minyak kayu putih. Minyak kayu putih mudah menguap. Pada hari yang panas, aroma khas minyak kayu putih dapat dibaui orang yang berdekatan dengan pohon ini.  Selain untuk menghangatkan badan, minyak kayu putih masih memiliki berbagai macam manfaat lain yang tentu saja sangat baik untuk kesehatan. Seperti :
  1. Mengobati sakit kepala.
  2. Sebagai aroma terapi.
  3. Meredakan masalah pernapasan.
  4. Meredakan hidung tersumbat 
  5. Mengobati Sinusitis non-bakteri.
  6. Mengurangi gejala demam.
  7. Menghilangkan rasa nyeri.
  8. Meredakan sakit gigi
  9. Meredakan kram otot
  10. Mencegah infeksi pada kulit yang terluka. 
  11. Menghilangkan noda bekas jerawat pada wajah.
  12. Mengurangi risiko kejang dan pingsan.
  13. Mengusir serangga dan kutu.
  14. Mengatasi gigitan serangga
  15. Mengurangi ketombe
  16. Mengontrol kadar gula darah


Klasifikasi Kayu Putih
Divisi           :   Spermatophyta
Sub Divisi    :   Angiospermae
Klas              :  Dicotyledonae
Ordo             :   Myrtales
Familia         :   Myrtaceae
Genus           :   Melaleuca
Spesies         :   Melaleuca Cajuputi
Sub Spesies  :   Melaleuca Cajuputi Powell
                         Melaleuca Cumingiana Barlow
                         Melaleuca Platyphylla Barlow






Kamis, 19 Maret 2020

Jenitri / Elaeocarpus ganitrus

 Jenitri / Elaeocarpus ganitrus



Biji Jenitri
Biji Jenitri
Mungkin tidak banyak yang tahu dengan salah satu jenis tanaman yang ternyata memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi ini. Adalah Jenitri sebuah tanaman yang memiliki nama lain genitri, ganitri, Klitri (Madura), Sambung Susu (Jawa), Biji Mala (Bali), Biji Sima (Sulawesi Selatan), Katulampa (Bogor), Rudraksha (India), Utrasum Bead (Amerika),  Ceylon Olive (bahasa Inggris) dan lain sebagainya.
Jenitri (Elaeocarpus ganitrus) merupakan salah satu jenis tanaman kayu yang cukup keras. Tanaman ini dapat tumbuh dengan baik pada daerah dataran rendah ataupun pada daerah dataran tinggi, dengan ketinggian ideal sekitar 350-1200 mdpl. Pohon Jenistri  banyak sekali dijumpai di pinggir-pinggir jalan, entah itu sengaja ditanam atau tumbuh secara liar alias tanpa ada orang yang menanamnya.  Pohon yang berasal dari negara India ini banyak ditanam di Jawa Tengah, Sumatera, Kalimantan, Bali, dan Timor.

Batang Pohon Jenitri
Batang pohon jenitri berkayu, tumbuh tegak dengan cabang simpodial, dan permukaan batangnya kasar. Batangnya berbentuk bulat dengan ukuran diameter sampai dengan 150 cm.  Pohon ini dapat tumbuh mencapai  tinggi sekitar 20-30 meter.

Daun Jenitri
Daun Jenitri
Daun Jenitri
Daun jenitri merupakan daun tunggal, berbentuk lonjong, bergerigi pada bagian tepinya, tulang daun menyirip dengan tangkai daun yang pendek. Ukuran daun tanaman ini bervariasi antara 8-20 cm yang tumbuh tersebar diseluruh cabang 

Bunga Jenitri
Bunga jenitri termasuk kedalam jenis bunga majemuk malai (bunganya bercabang-cabang) dan biasanya muncul pada ketiak daun yang terdiri dari kelopak dan mahkota bunga. Kelopak bunganya berwarnai hijau, berambut dan berbentuk lonjong. Untuk mahkota bunganya berbentuk menyerupai lonceng dengan warna kuning dan bercangap. Bunga muncul sebagai flos aksilaris (dari ketiak daun), terdiri dari kelopak dan mahkota bunga. Helai kelopak bunga berwarna hijau berambut dan bentuknya lonjong. Mahkota bunga menyerupai lonceng dengan helai mahkota bunga kuning dan bercangap

Buah Jenitri
Buah Jenitri
Buah Jenitri
Buah  jenitri ini termasuk kedalam jenis buah buni bulat yang berwarna biru (ada juga yang hijau) dan mempunyai biji berwarna coklat tua. Biji tanaman ini berbentuk bulat dengan ukuran berkisar 6-13 mili. Permukaan biji tanaman ini bergerigi,  berulir dan berlekuk yang sangat mirip dengan ukiran. Biji jenitri sendiri mempunyai tekstur yang sangat keras dan mampu bertahan hingga 8 generasi. Jumlah lekukan pada biji jenitri juga bervariasi, antara 1-11. Semakin rumit bentuk lekukan pada permukaan bijinya maka semakin mahal pula harga jualnya.

Komposisi  Biji Jenitri

B iji Jenistri memiliki komposisi antara lain: 50,024% karbon,  17,798% hidrogen, 0,9461% nitrogen, 30,4531% oksigen. Selain itu, biji tanaman ini juga mengandung senyawa lainnya seperti  mineral , aluminum, kalsium, klorin, tembaga, kobalt, nikel, besi, magnesium, mangan, dan fosfor.

Manfaat Jenitri
Biji jenitri banyak digunakan sebagai kerajinan tangan berupa tasbih, kalung, gelang dan lain sebagainya.  Dan ternyata, buah ini juga memiliki khasiat dalam bidang kesehatan. Berikut ini adalah manfaat dari buah Jenitri:
1.    Sebagai penghancur lemak
2.    Meningkatkan kinerja jantung
3.    Menurunkan tekanan darah tinggi.
4.    Mengobati penyakit hati/sirosis
5.    Menjaga kesehatan paru-paru.
6.    Mengobati gejala asma.
7.    Menguatkan daya ingat.
8.    Meredakan radang sendi.
9.    Menjaga kesehatan tulang.
10.    Mengobati epilepsi.
11.    Mengatasi stress dan depresi.
12.    Sebagai pelindung tubuh dari bakteri, kanker, pembengkakan, sakit kepala.
13.    Penyerap polutan
14.    sebagai bahan pembakaran jenazah bagi umat Hindhu di Bali dan india
15.    bagai penenang otak
16.    Sebagai terapi psikosomatis

Klasifikasi Jenitri
Kingdom: Plantae
Divisi: Magnoliophyta
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Oxalidales
Famili: Elaeocarpaceae
Genus: Elaeocarpus
Spesies: E. ganitrus

Kamis, 05 Maret 2020

Porang / Amorphophallus Muelleri

Porang / Amorphophallus Muelleri


Tanaman Porang
Tanaman Porang
Porang yang memiliki nama latin Amorphophallus muelleri merupakan tanaman yang berasal dari Kepulauan Andaman, India. Di Indonesia, tanaman ini juga dikenal dengan sebutan iles-iles.  Seiring dengan berjalannya waktu, Porang tersebar ke berbagai negara lainnya seperti Myanmar, Thailand, dan Indonesia.  Salah satu keunggulan tanaman umbi-umbian ini adalah dapat hidup subur pada hutan tropis, bahkan bisa tumbuh di sembarang lokasi seperti di tepi sungai, di semak belukar, di bawah rumpun bambu bahkan di bawah hutan dengan pencahayaan matahari minim toleran dengan naungan hingga 60%.  Tanaman ini dikategorikan termasuk tanaman semak dengan memiliki ciri tinggi mencapai 100-250 cm dengan umbi tanaman berada di dalam tanah.

 Porang dapat tumbuh pada jenis tanah apa saja di ketinggian 0 sampai 700 mdpl, namun yang paling ideal berada pada ketinggian 100-600 mdpl. Untuk hasil yang optimal, tanaman porang menghendaki kondisi tanah yang gembur/ subur serta tidak becek (tergenang air) dengan Ph tanah antara 6 – 7 serta pada kondisi jenis tanah apa saja. Di mana suhu masih dalam kondisi normal, dan cahaya matahari bisa didapat dengan sempurna yaitu sekitar 40% setiap harinya.

Daun Porang
Tanaman ini memiliki daun daun majemuk dan berbentuk menjari yang berjumlah 4 daun majemuk
Daun Porang
Daun Porang
di tiap batangnya. Setiap satu daun majemuk, terdiri dari sekitar 10 helai daun dengan tepi daun yang rata. Daun Porang berbentuk bintang tapi cenderung  lebar dengan ujung yang  runcing. Daun ini cenderung agak tebal dan kaku dengan warna hijau muda.. Semakin subur tanahnya warna daunnya hijau kebiru biruan. Pada saat tanaman porang memasuki stadia dormansi dimulai dari daun yang menguning dan setelah stadia dormansi seluruh daun mengering yang selanjutnya diikuti oleh  batang dan akar.

Batang Porang
Tanaman  porang memiliki batang yang berbentuk tegak dengan kulit batang yang halus, tidak
Batang Porang
Batang Porang
bergerigi. Batang tanaman ini memiliki warna hijau dengan bercak-bercak/ totol-totol berwarna putih. Dalam kondisi normal,  tanaman ini bisa mencapai ketinggian 1,5 meter . Batang tanaman porang merupakan batang tunggal yang memecah menjadi tiga batang sekunder serta akan memecah batang lagi sekaligus menjadi tangkai daun. Pada setiap pertemuan batang akan tumbuh bubil/katak (bibit porang) yang berwarna coklat kehitam-hitaman.
Batang porang akan rebah ke permukaan tanah ( pepes = jawa) atau mulai layu ketika musim kemarau.  Robohnya batang tersebut merupakan gejala awal stadia dormansi yang selanjutnya akan terjadi proses translokasi (pemindahan) asimilat ( cadangan makanan) dari batang dan daun ke bagian lain seperti bubil dan umbi.

Umbi Porang
Umbi PorangTanaman ini dapat menghasilkan umbi yang merupakan umbi tunggal atau setiap satu batang tanaman porang hanya menghasilkan satu umbi. Umbi porang  berbentuk bulat besar dan ditutupi rambut tebal berwarna hitam kecokelatan dan memiliki aging umbi yang berwarna kuning cerah sedikit orange dengan serat halus seperti kristas. Berat umbi porang bisa mencapai 5 kilogram  

Bunga Porang
Tanaman Porang memiliki Bunga yang tumbuh dari umbi setelah berumur sekitar 4 tahun. Biasanya
Bunga Porang
Bunga Porang
bunga tumbuh saat musim hujan tiba dan bunga muncul pada umbi yang tidak mengalam flush (pertumbuhan daun) sehingga bisa dikatakan jika sebenarnya bunga ini adalah buah terakhir dari tumbuhan porang yang umbinya tidak produktif lagi(mati).  Biasanya kalau umur tanaman lebih dari 3 tahun bunga ini baru muncul
Pada stadia kuncup, mahkota bunga belum kelihatan, sedangkan setelah mekar penuh (full bloom) mahkota bunga membuka sempurna. Bunga ini menyerupai gada ,warna bunga sewaktu muncul baunya sangat tidak enak seperti bangkai, kalau bunga ini sudah tua akan berubah merah. Setiap umbi hanya akan menghasilkan 1(satu) bunga yang ditopang oleh tangkai bunga yang tumbuh vertical seperti batang kecil yang tingginya berkisar 20-30cm. Setelah bunga mekar sempurna, akan terjadi penyerbukan. Tanda tanda terjadinya penyerbukan yang sempurna, pada bunga jantan dan betina. Yaitu mahkota bunga mulai layu dan bagian pangkal mahkota bunga mulai membengkak, serta adanya biji biji porang yang mulai tumbuh seperti tongkol jagung.


Katak/ Bubil Porang
Setelah tanaman porang tumbuh sekitar 2 bulan, pada bagian pangkal daun dan ketiak daun akan tumbuh beberapa bubil atau katak yaitu umbi generative.  Jumlah bubil tergantung ruas percabangan daun. Bubil  pada batang biasanya berkisar antara 4 sampai dengan 15 bubil per tanaman. Bubil yang tumbuh dari titik tumbuh (pucuk) atau percabangan daun berukuran lebih besar dan berbentuk bulat(jumlahnya hanya 1 buah), sedangkan bubil yang tumbuh di ketiak cabang daun berukuran lebih kecil dan bentuknya lonjong. Dalam 1 kg Katak berisi sekitar 100 butir katak. Katak ini pada masa panen dikumpulkan kemudian disimpan sehingga bila memasuki musim hujan bisa langsung ditanam pada lahan yang telah disiapkan.

Katak Porang
Katak Porang
Biji Porang
Biji porang terdapat dalam buah yang tersusun dalam sebuah tongkol. Pada saat muda buah tersebut berwarna hijau yang kemudian berubah menjadi berwarna kuning. Setelah dewasa berwarna kemerahan dan buah yang siap masak berwarna merah tua kehitaman. Satu tongkol berisi sekitar 100 sampai dengan 300 biji buah. Apabila biji  tanaman ini dikupas atau ditekan,  kulit buahnya akan keluar biji berwarna hitam dengan rata rata terdiri dari 2 biji pada setiap buahnya.

Kandungan Porang
Umbi Porang banyak mengandung Kojac Glucomannan (KGM) yaitu serat alami yang larut dalam air biasa digunakan sebagai aditif makanan sebagai emulsifier dan pengental, bahkan dapat digunakan sebagai bahan pembuatan lem ramah lingkungan dan pembuatan komponen pesawat terbang, demikian dilansir laman resmi Kementerian Pertanian. Zat ini ternyata mampu menurunkan kadar kolesterol. Kojac juga baik untuk mereka yang sedang diet dan aman untuk penderita diabetes. Porang mengandung karbohidrat baik sebesar 80%. Ini bisa dikatakan bahwa porang bisa menjadi pengganti nasi.

Akar Porang
Tanaman porang tidak mempunyai akar tunggang, melainkan hanya ada sejumlah akar primer yang tumbuh dari bagian pangkal batang dan sebagian tumbuh menyelimuti bagian umbinya. Akar tersebut berfungsi sebagai penyerap air dan unsur hara bagi pertumbuhan tanaman porang, sekaligus sebagai penguat tegaknya batang semu. Pada saat memasuki stadia dormansi (istirahat), maka akar akan mengering, dan tidak dapat berfungsi lagi sebagai organ penyerapan air dan hara tanaman. Umbi porang akan semakin mengeras dan akar yang menyelimuti bagian umbi semakin berkurang.   

Perkembangbiakan Porang
Perkembangbiakan tanaman porang dapat dilakukan dengan cara generatif maupun vegetatif. Secara umum perkembangbiakan tanaman porang dapat dilakukan dengan beberapa cara, yakni perkembangbiakan dengan katak, perkembangbiakan dengan biji/buah, Perkembangbiakan dengan Umbi.

Manfaat Porang
Salah satu keunggulan tanaman porang yaitu memiliki banyak manfaat, antara lain:
  1. Porang memiliki zat di dalamnya mampu membantu mikroba untuk berkembang lebih baik dan bisa dimanfaatkan sesuai kebutuhan sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif media tumbuh mikroba yang sering digunakan di laboratorium.
  2. Digunakan mengentalkan sirup dan es krim sehingga tidak akan cepat meleleh saat belum dikonsumsi. 
  3. Karena memiliki kandungan serat yang tinggi, kenyal dan cenderung tak berbau, porang bisa dijadikan sebagai bahan pengganti agar-agar untuk berbagai jenis makanan. 
  4. Dengan kandungan karbohidrat baik sampai dengan 80%, maka porang dapat dimanfaatkan sebagai makanan diet khusus karena memberikan efek cepat kenyang khususnya bagi penderita diabetes.
  5. Tepung porang banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku ramen atau mi tradisional Jepang
  6. Sebagai bahan baku pembuatan kapsul untuk obat-obatan
  7. Bisa digunakan untuk bahan baku lem yang ramah lingkungan, karena selama ini bahan pembuatan lem cenderung menggunakan zat kimia yang cenderung berbahaya jika digunakan berlebihan
  8. kandungan Glucomanan berbentuk jel alami yang bisa digunakan untuk isolator listrik sebagai pengganti silicon
  9. Sebagai bahan campuran dalam pembuatan kertas agar menjadi lebih lembut, dan kuat
  10. Sebagai bahan untuk membuat air lebih jernih, karena kandungan Mannan alaminya bisa menyerap kotoran pada air tanpa meninggalkan bahan kimia apapun
  11. Di dunia industri teksil iles-iles/porang juga digunakan untuk mengkilapkan kain imitasi seperti wol dan katun sehingga kesannya lebih mewah
Klasifikasi Porang
Kingdom      :  Plantae
Divisi           :  Spermatophita
Sub Divisi    :  Angiospermae
Kelas           :   Monocotyledonae
Bangsa         :  Arales
Famili          :  Araceae
Marga          :  Amorphophallus