Kamis, 05 Maret 2020

Porang / Amorphophallus Muelleri

Porang / Amorphophallus Muelleri


Tanaman Porang
Tanaman Porang
Porang yang memiliki nama latin Amorphophallus muelleri merupakan tanaman yang berasal dari Kepulauan Andaman, India. Di Indonesia, tanaman ini juga dikenal dengan sebutan iles-iles.  Seiring dengan berjalannya waktu, Porang tersebar ke berbagai negara lainnya seperti Myanmar, Thailand, dan Indonesia.  Salah satu keunggulan tanaman umbi-umbian ini adalah dapat hidup subur pada hutan tropis, bahkan bisa tumbuh di sembarang lokasi seperti di tepi sungai, di semak belukar, di bawah rumpun bambu bahkan di bawah hutan dengan pencahayaan matahari minim toleran dengan naungan hingga 60%.  Tanaman ini dikategorikan termasuk tanaman semak dengan memiliki ciri tinggi mencapai 100-250 cm dengan umbi tanaman berada di dalam tanah.

 Porang dapat tumbuh pada jenis tanah apa saja di ketinggian 0 sampai 700 mdpl, namun yang paling ideal berada pada ketinggian 100-600 mdpl. Untuk hasil yang optimal, tanaman porang menghendaki kondisi tanah yang gembur/ subur serta tidak becek (tergenang air) dengan Ph tanah antara 6 – 7 serta pada kondisi jenis tanah apa saja. Di mana suhu masih dalam kondisi normal, dan cahaya matahari bisa didapat dengan sempurna yaitu sekitar 40% setiap harinya.

Daun Porang
Tanaman ini memiliki daun daun majemuk dan berbentuk menjari yang berjumlah 4 daun majemuk
Daun Porang
Daun Porang
di tiap batangnya. Setiap satu daun majemuk, terdiri dari sekitar 10 helai daun dengan tepi daun yang rata. Daun Porang berbentuk bintang tapi cenderung  lebar dengan ujung yang  runcing. Daun ini cenderung agak tebal dan kaku dengan warna hijau muda.. Semakin subur tanahnya warna daunnya hijau kebiru biruan. Pada saat tanaman porang memasuki stadia dormansi dimulai dari daun yang menguning dan setelah stadia dormansi seluruh daun mengering yang selanjutnya diikuti oleh  batang dan akar.

Batang Porang
Tanaman  porang memiliki batang yang berbentuk tegak dengan kulit batang yang halus, tidak
Batang Porang
Batang Porang
bergerigi. Batang tanaman ini memiliki warna hijau dengan bercak-bercak/ totol-totol berwarna putih. Dalam kondisi normal,  tanaman ini bisa mencapai ketinggian 1,5 meter . Batang tanaman porang merupakan batang tunggal yang memecah menjadi tiga batang sekunder serta akan memecah batang lagi sekaligus menjadi tangkai daun. Pada setiap pertemuan batang akan tumbuh bubil/katak (bibit porang) yang berwarna coklat kehitam-hitaman.
Batang porang akan rebah ke permukaan tanah ( pepes = jawa) atau mulai layu ketika musim kemarau.  Robohnya batang tersebut merupakan gejala awal stadia dormansi yang selanjutnya akan terjadi proses translokasi (pemindahan) asimilat ( cadangan makanan) dari batang dan daun ke bagian lain seperti bubil dan umbi.

Umbi Porang
Umbi PorangTanaman ini dapat menghasilkan umbi yang merupakan umbi tunggal atau setiap satu batang tanaman porang hanya menghasilkan satu umbi. Umbi porang  berbentuk bulat besar dan ditutupi rambut tebal berwarna hitam kecokelatan dan memiliki aging umbi yang berwarna kuning cerah sedikit orange dengan serat halus seperti kristas. Berat umbi porang bisa mencapai 5 kilogram  

Bunga Porang
Tanaman Porang memiliki Bunga yang tumbuh dari umbi setelah berumur sekitar 4 tahun. Biasanya
Bunga Porang
Bunga Porang
bunga tumbuh saat musim hujan tiba dan bunga muncul pada umbi yang tidak mengalam flush (pertumbuhan daun) sehingga bisa dikatakan jika sebenarnya bunga ini adalah buah terakhir dari tumbuhan porang yang umbinya tidak produktif lagi(mati).  Biasanya kalau umur tanaman lebih dari 3 tahun bunga ini baru muncul
Pada stadia kuncup, mahkota bunga belum kelihatan, sedangkan setelah mekar penuh (full bloom) mahkota bunga membuka sempurna. Bunga ini menyerupai gada ,warna bunga sewaktu muncul baunya sangat tidak enak seperti bangkai, kalau bunga ini sudah tua akan berubah merah. Setiap umbi hanya akan menghasilkan 1(satu) bunga yang ditopang oleh tangkai bunga yang tumbuh vertical seperti batang kecil yang tingginya berkisar 20-30cm. Setelah bunga mekar sempurna, akan terjadi penyerbukan. Tanda tanda terjadinya penyerbukan yang sempurna, pada bunga jantan dan betina. Yaitu mahkota bunga mulai layu dan bagian pangkal mahkota bunga mulai membengkak, serta adanya biji biji porang yang mulai tumbuh seperti tongkol jagung.


Katak/ Bubil Porang
Setelah tanaman porang tumbuh sekitar 2 bulan, pada bagian pangkal daun dan ketiak daun akan tumbuh beberapa bubil atau katak yaitu umbi generative.  Jumlah bubil tergantung ruas percabangan daun. Bubil  pada batang biasanya berkisar antara 4 sampai dengan 15 bubil per tanaman. Bubil yang tumbuh dari titik tumbuh (pucuk) atau percabangan daun berukuran lebih besar dan berbentuk bulat(jumlahnya hanya 1 buah), sedangkan bubil yang tumbuh di ketiak cabang daun berukuran lebih kecil dan bentuknya lonjong. Dalam 1 kg Katak berisi sekitar 100 butir katak. Katak ini pada masa panen dikumpulkan kemudian disimpan sehingga bila memasuki musim hujan bisa langsung ditanam pada lahan yang telah disiapkan.

Katak Porang
Katak Porang
Biji Porang
Biji porang terdapat dalam buah yang tersusun dalam sebuah tongkol. Pada saat muda buah tersebut berwarna hijau yang kemudian berubah menjadi berwarna kuning. Setelah dewasa berwarna kemerahan dan buah yang siap masak berwarna merah tua kehitaman. Satu tongkol berisi sekitar 100 sampai dengan 300 biji buah. Apabila biji  tanaman ini dikupas atau ditekan,  kulit buahnya akan keluar biji berwarna hitam dengan rata rata terdiri dari 2 biji pada setiap buahnya.

Kandungan Porang
Umbi Porang banyak mengandung Kojac Glucomannan (KGM) yaitu serat alami yang larut dalam air biasa digunakan sebagai aditif makanan sebagai emulsifier dan pengental, bahkan dapat digunakan sebagai bahan pembuatan lem ramah lingkungan dan pembuatan komponen pesawat terbang, demikian dilansir laman resmi Kementerian Pertanian. Zat ini ternyata mampu menurunkan kadar kolesterol. Kojac juga baik untuk mereka yang sedang diet dan aman untuk penderita diabetes. Porang mengandung karbohidrat baik sebesar 80%. Ini bisa dikatakan bahwa porang bisa menjadi pengganti nasi.

Akar Porang
Tanaman porang tidak mempunyai akar tunggang, melainkan hanya ada sejumlah akar primer yang tumbuh dari bagian pangkal batang dan sebagian tumbuh menyelimuti bagian umbinya. Akar tersebut berfungsi sebagai penyerap air dan unsur hara bagi pertumbuhan tanaman porang, sekaligus sebagai penguat tegaknya batang semu. Pada saat memasuki stadia dormansi (istirahat), maka akar akan mengering, dan tidak dapat berfungsi lagi sebagai organ penyerapan air dan hara tanaman. Umbi porang akan semakin mengeras dan akar yang menyelimuti bagian umbi semakin berkurang.   

Perkembangbiakan Porang
Perkembangbiakan tanaman porang dapat dilakukan dengan cara generatif maupun vegetatif. Secara umum perkembangbiakan tanaman porang dapat dilakukan dengan beberapa cara, yakni perkembangbiakan dengan katak, perkembangbiakan dengan biji/buah, Perkembangbiakan dengan Umbi.

Manfaat Porang
Salah satu keunggulan tanaman porang yaitu memiliki banyak manfaat, antara lain:
  1. Porang memiliki zat di dalamnya mampu membantu mikroba untuk berkembang lebih baik dan bisa dimanfaatkan sesuai kebutuhan sehingga dapat dijadikan sebagai alternatif media tumbuh mikroba yang sering digunakan di laboratorium.
  2. Digunakan mengentalkan sirup dan es krim sehingga tidak akan cepat meleleh saat belum dikonsumsi. 
  3. Karena memiliki kandungan serat yang tinggi, kenyal dan cenderung tak berbau, porang bisa dijadikan sebagai bahan pengganti agar-agar untuk berbagai jenis makanan. 
  4. Dengan kandungan karbohidrat baik sampai dengan 80%, maka porang dapat dimanfaatkan sebagai makanan diet khusus karena memberikan efek cepat kenyang khususnya bagi penderita diabetes.
  5. Tepung porang banyak dimanfaatkan sebagai bahan baku ramen atau mi tradisional Jepang
  6. Sebagai bahan baku pembuatan kapsul untuk obat-obatan
  7. Bisa digunakan untuk bahan baku lem yang ramah lingkungan, karena selama ini bahan pembuatan lem cenderung menggunakan zat kimia yang cenderung berbahaya jika digunakan berlebihan
  8. kandungan Glucomanan berbentuk jel alami yang bisa digunakan untuk isolator listrik sebagai pengganti silicon
  9. Sebagai bahan campuran dalam pembuatan kertas agar menjadi lebih lembut, dan kuat
  10. Sebagai bahan untuk membuat air lebih jernih, karena kandungan Mannan alaminya bisa menyerap kotoran pada air tanpa meninggalkan bahan kimia apapun
  11. Di dunia industri teksil iles-iles/porang juga digunakan untuk mengkilapkan kain imitasi seperti wol dan katun sehingga kesannya lebih mewah
Klasifikasi Porang
Kingdom      :  Plantae
Divisi           :  Spermatophita
Sub Divisi    :  Angiospermae
Kelas           :   Monocotyledonae
Bangsa         :  Arales
Famili          :  Araceae
Marga          :  Amorphophallus

Kamis, 09 Januari 2020

Ceplukan / Physalis Angulata

Ceplukan / Physalis Angulata

 


Pohon Ceplukan
Pohon Ceplukan
Ciplukan atau Physalis Angulata merupakan salah satu tanaman yang banyak tumbuh di persawahan. Tumbuhan ini memiliki banyak nama, antara lain: Ceplukan (Jawa), Cecendet (Sunda), Yor-yoran/ Nyur-Nyuran (Madura), Lapinonat (Seram), Angket, Kepok-kepokan, Keceplokan (Bali), Dedes (Sasak), Leletokan (Minahasa), Morel berry (Inggris).  Tanaman yang berasal dari Amerika tropika ini didatangkan ke Indonesia oleh orang Spanyol pada zaman penjajahan abad XVII.

Tanaman ceplukan merupakan tanaman semusim yang berbentuk semak/ gulma, dengan tinggi ± 1 meter.  Tanaman ini memiliki batang yang berwarna hijau , berusuk (=angulata) bersegi tajam masif, berbulu, berongga dan beruas

Daun Ceplukan berupa daun tunggal yang berbentuk bulat telur. Ujung daun tanaman ini runcing, tepi daun rata, permukaan daun berbulu, pertulangan daun menyirip. Panjang daun antara 5-25cm, lebar daun antara 2,5-18cm. Tangkai daun berwarna hijau dengan dengan panjang antara 1-9cm.

Bunga ceplukan merupakan bunga tunggal, kelopak berlekatan dan bercangap lima. Bentuk bunga ceplukan runcing, berwarna hijau. Benangsari bejumlah lima. Tangkai sari berwarna kuning, kepala sari berwarna biru. Putik hanya satu dan berwarna putih. Mahkota bunga berwarna kuning, panjang 8-23mm. Bunga di ketiak, dengan tangkai yang tegak, keunguan, dan dengan ujung yang mengangguk. Kelopak berbagi lima, dengan taju yang bersudut tiga dan meruncing, hijau dengan rusuk keunguan. Mahkota serupa lonceng, berlekuk lima dangkal, kuning muda dengan noda kuning tua dan kecoklatan di leher bagian dalam, 7–9 mm tingginya. Tangkai sari kuning pucat dengan kepala sari biru muda.
Buah Ceplukan
Buah Ceplukan
Buah Ceplukan  diselubungi oleh kelopak yang menggembung berbentuk telur berujung meruncing, hijau muda kekuningan, dengan rusuk keunguan, 2–4 cm panjangnya. Buah yang ada di dalamnya berwarna hijau ketika baru tumbuh dan berubah menjadi kuning ketika sudah masak. Sebelum buahnya masak, ciplukan akan memiliki rasa yang getir, tetapi jika sudah berwarna kuning-oranye maka rasanya menjadi manis-asam. Biji dari buah ceplukan berbentuk bulat pipih, dan kecil berwarna kuning. Akar ceplukan merupakan akar tunggang yang berwarna putih.


Kandungan Ceplukan
Buah Ceplukan mengandung beberapa senyawa yang berguna bagi kesehatan tubuh kita, antara lain: saponin, flavonoid, polifenol (dalam bantuk tanin), alkaloid, kriptoxantin, vitamin C, asam stearat, tanin, asam sitrat, asam palmitat, asam malat, dan fisalin. Kandungan Akar dan batang Ceplukan antara lain mengandung saponin dan flavonoid. Daun Ceplukan mengandung polifenol dan asam klorogenat, sedangkan biji ceplukan mengandung asam elaidik

Manfaat Ciplukan

Berdasarkan kandungan yang ada dalam tanaman ciplukan, berikut adalah beberapa manfaat dari ciplukan yang dapat Anda rasakan.:
1. Mencegah Penuaan Dini
Kandungan vitamin C    dan antioksidan yang tinggi pada buah ini dapat membentuk kolagen yang dapat membuat kulit kit terhindar dari kerut dan keriput yang datang sebelum waktunya.

2. Mengatasi gejala penyakit Parkinson
Penyakit parkinson merupakan penyakit yang disebabkankan oleh adanya gangguan pada sistem saraf pusat yang memberikan pengaruh pada gerak tubuh. Salah satu gejala parkinson adalah tremor pada salah satu tangan. Konsumsi jus ciplukan secara rutin dipercaya dapat menurunkan gejala tremor tersebut.

3. Menurunkan kolesterol dan tekanan darah tinggi
Kandungan yang terdapat dalam Ceplukan berdasarkan penelitian para ahli dapat digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol dalam darah kita. Dengan berkurangnya kadar kolesterol, maka bisa menurunkan tekanan darah sehingga kinerja jantung kita menjadi lebih terjaga

4.  Obat Penyakit kuning
Penyakit kuning adalah penyakit yang menyebabkan perubahan warna kulit menjadi kuning akiibat tingginya kadar zat bilirubin dalam darah. Penyakit ini umumnya dialami bayi, terutama yang baru lahir, tetepi dalam beberapa kondisi juga bisa menyerang orang dewasa. Kandungan senyawa antioksidan seperti fisalin, saponin, flavonoid, dan polifenol yang ada di dalam ciplukan dipercaya dapat membantu mengatasi penyakit kuning ini.

5. Mengatasi epilepsi
Penyakit epilepsi disebabkan oleh tertanggunnya aktivitas sel saraf di otak sehingga menyebabkan penderita mengalami kejang. Penyebab epilepsi bermacam-macam bisa akibat faktor genetik atau cedera otak akibat trauma. Gejala epilepsi akibat genetik bisa terlihat sejak usia dini. Buah ceplukan dipercaya bisa mengatasi gejala epilepsi

6. Menurunkan kadar gula darah
Berdasarkan penelitian,  dapat diketahui bahwa daun ciplukan memiliki aktivitas anithiperglikemia sehingga dapat menurunkan kadar gula darah. Tanaman ciplukan bekerja langsung memengaruhi kerja insulin.

6. Menjaga kerja saluran kemih
Ciplukan dapat menjadi salah satu obat diuretik yang dapat memperlancar buang air kecil, mencegah infeksi saluran kemih, dan juga mencegah batu kandung kemih. Sumber lain juga menyatakan bahwa daun ciplukan memiliki manfaat untuk menyembuhkan kencing nanah atau gonore.

7. Mengatasi infeksi kulit
Infeksi kulit yang menyebabkan luka terbuka di kulit biasa disebut dengan borok. Penyebabnya bermacam-macam mulai dari infeksi bakteri hingga kondisi tertentu seperti diabetes. Daun ciplukan bisa menjadi salah satu pilihan untuk mengatasi borok. Hal ini disebabkan karena beberapa kandungan tanaman ciplukan memiliki sifat antiinflamasi. Kandungan yang ada dalam daun Ceplukan ternyata bisa digunakan untuk menyembuhkan infeksi kulit termasuk borok dan bisul.

8. Menurunkan demam
Nggak hanya daun, buah ciplukan juga bisa dikonsumsi untuk menurunkan demam atau panas terutama pada anak-anak.

9.  Obat Anti kanker
Etanol dalam buah ciplukan mengandung antioksidan yang dapat melindungi dan memperbaiki kerusakan sel dalam tubuh akibat radikal bebas. Sebuah penelitian menyatakan bahwa antikanker dalam buah ciplukan tidak boleh diabaikan. uah ciplukan mengandung senyawa fenolik yang dapat melawan perkembangan sel kanker payudara dan kanker usus besar

10. Obat nyeri untuk penyakit lupus
Manfaat ciplukan selanjutnya adalah sebagai obat pereda nyeri. Selain memiliki sifat antihiperglikemik dan juga antiinflamasi, ciplukan ternyata juga memiliki efek analgesik atau antinyeri. Sebuah penelitian menunjukkan bahwa ekstrak ciplukan bahkan bisa mengatasi nyeri yang dirasakan oleh penderita penyakit lupus.

11. Mengatasi nyeri sendi dan rematik
Masih tentang manfaat ciplukan sebagai obat nyeri, ciplukan juga dapat dicoba untuk mengatasi nyeri sendi dan rematik. Cara mengetasi nyeri sendi dan rematik dengan ciplukan adalah dengan menggunakan daun ciplukan untuk mengompres bagian yang terasa nyeri. Tumbuk daun ciplukan dan campurkan dengan sedikit kapur sirih, baru kemudian balurkan ke tubuh.

12. Mengatasi beberapa masalah saluran pernapasan
Terdapat beberapa manfaat ciplukan untuk saluran pernapasan. Mengonsumsi air rebusan daun ciplukan secara rutin diklaim mampu untuk mencegah asma kambuh. Selain itu, kandungan antibakteri dalam tanaman ciplukan juga dipercaya dapat mencegah perkembangan bakteri penyebab tuberkulosis atau TBC. Manfaat ciplukan lainnya untuk saluran pernapasan adalah dapat mencegah penyakit paru-paru basah.

13. Sebagai obat penambah darah
Ciplukan dipercaya mampu menjadi obat penambah darah. Jika Anda mengalami gejala seperti lelah, pusing, limbung, sesak nafas, dan detak jantung cepat, kemungkinan Anda terserang Anemia. Meminum rebusan daun ciplukan dipercaya dapat meningkatkan produksi sel darah merah sehingga gejala tersebut dapat teratasi.

14. Sebagai Obat Mata
Vitamin A dalam buah ciplukan yang dapat meningkatkan penglihatan serta menyehatkan mata. Buah ciplukan juga mengandung zat lutein, beta karoten, dan karotenoid yang dapat mencegah dari degenerasi makula. Degenerasi makula merupakan penyebab utama kebutaan pada orang tua. Zat karotenoid dalam buah kecil ini juga mampu mencegah risiko beberapa gangguan mata

15.  Mengatasi Batu ginjal
Ciplukan juga dimanfaatkan untuk mengatasi penyakit batu ginjal. Melansir buku Ahli Atasi Kolesterol, Hipertensi, Diabetes (2016) oleh Trubus, kandungan antibakteri dalam ciplukan dapat meluruhkan endapan kalsium dalam ginjal.

Klasifikasi Tanaman Ceplukan

Kingdom : Plantae
Divisi : Spermatophyta
Sub divisi : Angiospermae
Kelas : Dicotyledonnae
Ordo : Solanales
Famili : Solanaceae
Marga : Physalis
Spesies : Physalis angulata L.

Senin, 09 Desember 2019

Tabebuya

Tabebuya 

Handroanthus chrysotrichus





Bunga TabebuyaTabebuya atau Tabebuia merupakan tanaman endemik hutan hujan Amazon, Amerika bagian tengah dan selatan yang memiliki nama latin Handroanthus chrysotrichus. Tanaman dengan bunga indah mirip bunga Sakura ini dapat tumbuh di wilayah tropis dan subtropis. Ketahanannya terhadap kekeringan membuat tanaman ini dapat tubuh dengan baik pada wilayah-wilayah yang beriklim kering. 

Pohon yang ditetapkan menjadi pohon nasional Negara El Salvador ini banyak dikenal dengan sebutan "bunga terompet" (Rosy Trumpert Tree), terompet merah muda, cedar putih, kayu putih, tecoma, dan manjack merah muda. Nama latin pohon ini juga beragam, sesuai dengan spesiesnya, antara lain: Tabebuia heterophylla, Bignonia leucoxylon, Raputia heterophylla, dan Tecoma leucoxylon.

Tabebuya KuningTanaman yang banyak ditanam sebagai peneduh jakan ini memiliki batang berupa perdu atau pohon dengan tinggi sekitar 5-50 meter tergantung jenisnya.  Untuk mencapai tinggi empat meter, ia hanya membutuhkan waktu 8-18 bulan sehingga banyak dimanfaatkan sebagai pohon pelindung dari sinar matahari. Agar Tanaman Tabebuya dapat tumbuh dengan baik, diperlukan adanya penyinaran cahaya matahari yang cukup banyak.  Untuk perawatan manual, biasanya dilakukan dengan memberi pupuk sebulan sekali dan ranting-rantingnya dipangkas secara berkala. Pohon Tabebuya memiliki daun yang tidak mudah rontok, akar pohon kuat dan kokoh serta tidak merusak rumah dan tembok. 

Pohon tabebuya
atau tabebuia memiliki bunga yang sangat lebat, bahkan nyaris seperti tak memiliki daun dengan warna yang beraneka ragam antara lain kuning, pink, magenta, merah, putih,  ungu dan warna lain sesuai dengan spesiesnya. Dalam satu tahun, bunganya bisa mekar dua kali yaitu bulan Maret dan Oktober. Bunga Tabebuya berbentuk terompet dan bergerombol, serta memiliki panjang antara 3 hingga 11 cm

Tabebuya UnguBuah Tabebuya / Biji Tabebuya
Buah Tabebuya berbentuk polong dengan biji yang berjumlah sangat banyak yang bisa digunakan untuk pembibitan. Selain menggunakan biji, pengembangbiakan tanaman ini dilakukan dengan sistem setek. 

Manfaat Tabebuya

Tanaman tabebuya memiliki banyak fungsi baik itu batang, bunga, daun dan bagian pohon lainnya. Bungan yang berjatuhan dapat dikumpulkan yang selanjutnya dikomposkan untuk dijadikan pupuk. Batang kayu Tabebuya yang kuat sering digunakan untuk mebel, furnitur dan juga sebagai material lantai
Bagian akar, kulit kayu, daun dan bunga dari tanaman Tabebuya biasanya diolah menjadi teh herbal atau biasa disebut dengan taheebo atau Lapacho. Taheebo/ Lapacho ini dapat meredakan demam, flu  hingga masalah pankreas. Selain itu, daun Tabebuya juga dapat mengobati luka.

Klasifikasi Tabebuya

Kingdom     :  Plantae
Ordo            :  Lamiales
Famili          :  Biognoniaceae
Genus          :  Tabebuia
Spesies        :  T. Rosea

Rabu, 06 November 2019

Kelor (Moringa oleifera)

 Kelor (Moringa oleifera)


Kelor (Moringa oleifera) merupakan tanaman yang banyak terdapat di Indonesia, meskipun sebenarnya berasal dari  kawasan barat pegunungan Himalaya dan India yang selanjutnya  menyebar hingga ke Benua Afrika dan Asia-Barat. Kelor memiliki banyak nama di berbagai tempat, antara lain: Murong (Aceh), merunggai (Melayu), kirol (Maluku),  malunggay (Filipina) dan masih banyak lagi yang lain. 
Tanaman Kelor tergolong tanaman tahunan yang biasanya tumbuh liar dan dapat tumbuh sangat cepat.  Tanaman ini bisa tumbuh  dengan baik di kawasan tropik yang lembap juga di daerah panas bahkan tanah kering, dengan ketinggian sampai dengan 700 mdpl. Di jawa, pohon yang banyak terdapat di kebun-kebun ini biasanya digunakan untuk pagar atau sebagai tempat merambat tanaman yang menjalar seperti sirih maupun lada. 


Batang Pohon Kelor

Batang KelorBatang pohon Kelor berupa batang berkayu (lignosus) yang mampu tumbuh dengan ketinggian 7-11 meter  dengan posisi  tegak. Batang tanaman ini berwarna putih kotor dengan dibungkus  kulit tipis yang memiliki permukaan kasar. 
Tanaman ini memiliki batang yang bercabang  simpodial namun  mudah patah/getas dengan arah cabang yang tegak atau sedikit miring menjadikan tanaman ini tumbuh lurus dan memanjang berbentuk bulat (Teres). Untuk pengembangbiakannya, bisa menggunakan batang (setek) yang ditanam di dalam tanah.


Daun Kelor
Ciri-ciri Daun  Kelor/ Moringa oleifera  yaitu memiliki daun majemuk menyirip ganjill rangkap tiga (imparipinnatus), dengan tata letak daun berseling yang terdiri dari ibu tangkai daun, anak tangkai Daun Kelordaun, rakhis, rakhila, dan rakhiolus. Daun ini memiliki tangkai daun ( Petiolus ) dan helaian daun berwarna hijau muda dan akan berwarna hijau gelap tua ketika sudah tua.
Bentuk daunnya bulat seperti telur (Ovatus) dengan ukuran kecil-kecil bersusun majemuk dalam satu tangkai, dimana dalam satu tangkai daun, ada banyak daun lainnya yang tersusun secara berselang – seling. Susunan tulang daunnya menyirip (Penninervis) pangkal daunnya membulat ( Rotundatus) ujung-ujung daunnya terbelah ( Retatus), tepi daun rata( Integer ), daging daun tipis lunak ( Herbaceus),serta permukaan daun yang berlilin ( Pruinosus).
Daun kelor mengandung gizi yang cukup baik, sehingga baik untuk dikonsumsi. Dalam daun tersebut terkandung vitamin C, Kalsium, Vitamin A, protein, potasium,  asam askorbat, phenolic, karotenoid dan juga mengandung fenol dalam jumlah yang banyak yang dikenal sebagai penangkal senyawa radikal bebas. Kandungan fenol dalam daun kelor segar sebesar 3,4% sedangkan pada daun kelor yang telah diekstrak sebesar 1,6%.


Bunga Kelor
Bunga Kelor berupa bunga majemuk berbatas dengan bangun bunga malai rata. Yang menjadikannya
Susunan bunga terdiri atas 2 tenda bunga, dimana di dalam satu tenda bunga terdapat 5 daun tenda yang saling berlekatan. Dalam bunga tersebut terdapat 5 benang sari berwarna kuning kecoklatan, bunga kelordan 1 putik serta 1 bakal buah.
Bunga kelor juga dapat dikonsumsi karena memiliki kandungan karbohidrat sebesar 58,08% sedikit lebih besar dari sumber karbohidrat yang sering kita jumpai seperti padi atau singkong.
Berbeda dengan bungan pohon lain, letak bunga berada pada ketiak daun atau disebut dengan bunga aksilaris. Bunganya yang keluar sepanjang tahun dengan aroma bau semerbak memiliki warna putih kekuning-kuningan dengan tudung pelepah bunganya berwarna hijau .



Buah Kelor atau Kelentang

Kelor apabila ditanam dalam kurun waktu 12 - 18 bulan, bisa menghasilkan buah yang  berbentuk buah kelorsegitiga memanjang sekitar 20 – 60 cm. Di beberapa tempat, buah kelor ini disebut dengan nama Kelentang. 
Kelentang memiliki warna hijau saat masih muda dan akan berubah warna menjadi cokelat ketika sudah matang. Buah kelor merupakan buah sejati tunggal yang masuk kedalam jenis polong- polongan. 



Biji Kelor
 Biji pohon kelor berwarna coklat kehitaman dan berbentuk bulat. Biji pohon kelor baru akan berbuah
biji kelorSelain mengandung minyak, biji kelor ternyata juga mengandung berbagai nutrisi dan mineral yang sangat dibutuhkan oleh tubuh seperti vitamin A, C, B, magnesium, kalsium, protein, lemak, serat dan lainnya setelah berusia sekitar 12 – 18 bulan. Biji buah yang sudah  tua dan kering ternyata menyimpan kadar minyak (lemak) nabati 25 – 40% yang terdiri dari asam oleat, asam linoleat, asam eiokosanoat, asam palmitat, asam stearat, asam arakhidat, dan lainnya. Minyak yang diproduksi dari biji kelor bisa juda dijadikan sebagai minyak pelumas. 


Akar Kelor
akar kelorPohon kelor termasuk tanaman yang memiliki akar tunggang dengan perakaran yang cukup rapat dan kuat dan dapat membesar seperti akar lobak. Dengan karakteristik seperti itu, membuat akar tanaman unik ini  bisa difungsikan untuk menahan terjadinya tanah longsor, sebagai media konservasi tanah dan penguat terasiring. 
Akar tanaman ini berwarna putih yang dapat menyimpan air dengan baik pada musim hujan sehingga pada musim kemarau bisa menjadi sumber air bagi tanaman lain di sekitarnya. 
Berdasarkan berbagai penelitian, dapat diketahui bahwa Akar  kelor mengandung glukosit yang dapat menghasilkan rasa yang pedas sehingga bisa dijadikan sebagai saus seperti halnya saus lobak.

 

Klasifikasi Kelor
Kingdom    :  Plantaea
Divisi         :  Spermathophyta
Sub divisi   :  Angiospermae
Kelas          :  Dicotyledon
Ordo           :  Brassicales
Famili         :  Moringaceae
Genus         :  Moringa
Spesies       :  Moringa oleifera

Selasa, 15 Oktober 2019

Rumput Gajah : Pennisetum Purpereum

Rumput Gajah
Pennisetum Purpereum

Rumput Gajah
Rumput gajah (Pennisetum purpureum) yang juga dikenal sebagai  rumput Napier atau rumput Uganda merupakan salah satu tanaman yang dikembangkan oleh para petani dan peternak di negara kita untuk sumber makanan bagi ternak mereka khususnya sapi dan kambing.  Rumput yang kadang ditanam di pematang sawah ini diperkenalkan di Indonesia pada medio tahun 1962 setelah dibawa dari Afrika. 




Rumput gajah memiliki nama latin Pennisetum purpereum dengan klasifikasi sebagai berikut:
Super divisi :  Spermatophyta ( Menghasilkan biji )
Divisi          :  Magnoliophyta ( Tumbuhan berbunga )
Kelas           :  Liliopsida ( Berkeping satu/ monokotil )
Sub kelas     :  Commelinidae
Ordo            :  Poales
Famili          :  Poaceae ( Rumput – rumputan )
Genus          :  Pennisetum
Spesies         : Pennisetum purpureum

Salah satu keunggulan rumput gajah adalah bisa tumbuh di sebagian besar wilayah negara kita, baik itu dataran rendah maupun pegunungan. Hanya saja, rumput ini tidak bisa tumbuh ditanah yang digenangi air, disela-sela tanaman tersebut biasanya dibuatkan parit-parit. 

Rumput yang banyak digemari oleh sapi dan kambing ini dapat tumbuh tegak dan seperti  tanaman tebu, namun cenderung membentuk rumpun. Tiap rumpun biasanya terdiri dari 20-50 batang dengan diameter lebih kurang 2,3 cm. Tinggi batang mencapai 2-3 m, lebar daun 1,25-2,50cm serta panjang 60-90cm. Batangnya beruas-ruas yang dibungkus oleh perisasi daun yang berbulu. Permukaan buluhnya licin serta pada buluh yang masih muda bisanya ditutupi oleh sejenis zat lilin tipis

Bentuk daun pada umumnya panjang menyerupai garis atau pita, memiliki tulang daun dan berbulu. panjang daun bisa mencapai 30- 120 cm dengan lebar kurang dari 30 cm.  Pangkal daunnya lebar, namun semakin ke ujung semakin mengecil dan ujungnya lancip sekali

Bunga tanaman ini bertipe tandan dengan warna keemasan, sedangkan dalam berbentuk biji yang berisi hanya bisa dicapai bila tumbuh pada ketinggian lebih dari 1000 meter di atas permukaan laut,
Rumput gajah memiliki akar serabut  yang tumbuh pada buku-buku dari batang yang merayap didalam tanah. Akar yang merayap dan membentuk jalinan dipermukaan tanah dapat menutup tanah sehingga dapat menahan terjadinya erosi.

Kandungan nutrient rumput gajah terdiri atas: bahan kering (BK) 19,9%; protein kasar (PK) 10,2%; lemak kasar (LK) 1,6%; serat kasar (SK) 34,2%; abu 11,7%; dan bahan ekstrak tanpa nitrogen (BETN) 42,3%. Berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh para ahli, diketahui bahwa kandungan serat kasar dari rumput gajah terdiri atas selulosa, hemiselulosa dan lignin cukup tinggi yakni 40,85%, sehingga dapat digunakan sebagai bahan baku pembuatan pulp dan kertas.

Untuk membudidayakan tanaman ini, bisa menggunakan biji, pols maupun steknya. Yang lazim digunakan adalah stek  karena tanaman yang dihasilkan akan lebih cepat tumbuh sehingga memperkecil masa panennya.